Kediri/Lirboyo.com
– Maraknya tekanan secara berlebihan, terhadap pemerintahan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono, agar mundur dari kursi kepresidenan akhir-akhir, ini membuat
kalangan ulama menjadi prihatin. Sebab pemerintahan yang baru melaksanakan
tugasnya beberapa bulan ini, jika lengser dari kursi kepresidenan, akan membuat
pembangunan yang mulai bangkit ini, akan lumpuh kembali. Selain itu para Ulama’
menyesalkan aksi-aksi turun kejalan sebagai ungkapan ketidakpuasan atas roda
pemerintahan sekarang, kerap kali dilakukan dengan cara anarkhis dan terkesan
brutal.
“Sebisa
mungkin, Presiden dan pemerintahan yang sekarang tetap bertahan, saya tidak
bisa membayangkan, apa jadinya jika presidennya diganti lagi dan pilihan presiden
lagi, maka pembangunan yang mulai bangkit ini, akan lumpuh lagi,” ujar KH.
Ahmad Idris Marzuqi. Pengasuh pondok Pesantren Lirboyo Kota Kediri, dalam acara
Turba Pengurus Pusat HIMASAL (Himpunan Alumni Santri Pondok Pesantren Lirboyo),
di Desa Slumbung Ngadiluwih Kabupaten Kediri
Jatim, ahad malam kemarin (07/01). Lebih lanjut Mbah Yai (sapaan akrab KH.
Ahmad Idris Marzuqi) menjelaskan, pemerintahan yang sekarang sedang berjalan
harus tetap bertahan dan terus melakukan penyempurnaan. Meski tekanan dari
berbagai pihak datang bertubi-tubi. “ Kalaupun toh ada yang melakukan
kesalahan, ya harus di adili sesuai dengan hukum yang berlaku,“ ujar beliau
menambahkan.
Selain
menyinggung masalah pemerintahan, mbah yai juga mewanti-wanti kepada segenap Alumni
Santri Pondok Pesantren Lirboyo, yang tergabung dalam wadah Himpunan Alumni
Santri Lirboyo (HIMASAL), agar senantiasa meningkatkan ukhuwah, sebab dengan
maraknya berbagai macam aliran belakangan ini, akan membahayakan terhadap
perjuangan para ulama’ yang selalu mengedepankan Ahlussunah Waljamaah. Riff