Kediri/lirboyo.com
– Sistem pendidikan di pondok pesantren Lirboyo yang sekarang ada, membuat
beberapa kalangan tergerak untuk melakukan penelitian, seperti yang dilakukan
oleh puluhan santri pondok pesantren Rhoudlotul Mutaabidin, Payaman, Selokuro,
Lamongan (31/01). Studi banding yang berlangsung selama sehari penuh ini,
diikuti oleh 58 orang santri putra dan santri putri, dengan didampingi oleh 12
guru pembimbing, bagi santri putra mengikuti studi banding di pondok induk dan
santri putri mengikuti studi banding di pondok pesantren Putri Hidayatul
mubtadiaat.
Rombongan
santri pondok pesantren Rhoudlotul Mutaabidin Studi banding yang di pimpin oleh
kepala Madrasah, ust. Ibnu abbas ini mengikuti seluruh aktifitas santri PP.
Lirboyo meliputi musyawarah, wajib belajar dan sekolah. agar sesuai dengan
pelajaran yang mereka tempuh, oleh pimpinan MHM santri pondok pesantren
Rhoudlotul Mutaabidin lamongan ini dimasukkan dalam aktifitas belajar mengajar
di kelas VI Ibtida’iyyah.
Dalam sambutan atas nama pembimbing santri pondok
pesantren Rhoudlotul Mutaabidin, sebelum meninggalkan Pondok Pesantren Lirboyo,
Ustad Rofi’i Thohir, yang mewakili gur-guru pembimbing menyampaikan terima
kasih kepada jajaran pengurus PP. LIrboyo dan pimpinan MHM, karena telah memberikan
pelayanan yang maksimal, “kami berharap agar apa yang kami peroleh selama kami
mengikuti proses belajar disini, dapat kami aplikasikan di pondok kami,
sehingga akan mengubah paradigma yang selama ini ada. “ ujarnya bersemangat.
“Kami harapkan apa yang di peroleh di Lirboyo ini
dapat di terapkan di Pondok Pesantren Rhoudlotul Mutaabidin,“ ujar Ust Thohari
Muslim dalam sambutan atas nama pengurus PP. Lirboyo dan Pimpinan MHM, lebih
lanjut ustad Thohari memohon maaf jika pelayanan yang diberikan tidak sesuai dengan
harapan. riff