Kediri, Lirboyo.com
Menteri Pembangunan Daerah
Tertinggal, Ir. A. Helmi Faisal Zaini akan melibatkan peran pondok pesantren
dalam mempercepat proses pembangunan di daerah-daerah tertinggal.
Hal itu disampaikan Helmi saat
menghadiri Seminar Nasional dengan tema “Urgensi Dakwah di Daerah Tertinggal”
yang digelar oleh Rabithah Ma’ahid Islamiah (RMI) bekerjasama dengan panitia
Satu Abad Lirboyo di Aula Muktamar PP. Lirboyo Ahad, (24/01).
“Pembangunan di daerah-daerah
tertinggal, selain pembangunan fisik juga dibutuhkan pembangunan karakter. Oleh
karena itu, saya akan menjalin kerjasama dengan pondok pesantren untuk
mengirimkan santri-santri di daerah-daerah tertinggal,” demikian kata Helmi.
Menurutnya, untuk mempertahankan tradisi yang ada di masing-masing daerah,
perlu adanya pendidikan moral yang nanti akan dikembangkan oleh para santri
atau mubaligh.
Lebih lanjut, Helmi mengatakan
akan mengadakan training kepada para santri-santri yang akan dikirim ke
daerah-daerah tertinggal. “Jadi nanti akan ada training juga kepada para
santri, hal hal yang akan dikembangkan di daerah tertinggal, sekaligus dengan
jaringan alumni Lirboyo yang banyak sekali di daerah tertinggal. Kerjasama yang
akan kita kembangkan ini akan bisa membantu proses percepatan pembangunan di
daerah tertinggal,” jelas Helmi.
Tidak main-main, Helmi juga
akan menyiapkan anggaran dana terkait kerjasama Komisi Pembangunan Daerah
Tertinggal dengan pondok pesantren. Namun, ketika ditanya terkait nominal dana
yang akan dianggarkan, Helmi belum bisa menjelaskan secara pasti. “Yang jelas,
akan ada alokasi dana. Namun seberapa besar jumlahnya, nanti menyusul,” ujar
pria kelahiran Cirebon yang juga lulusan PP. Darul Ulum, Jombang ini.(Nam)